Manusia, iklim dan erosi
Bab 7. Manusia, iklim dan erosi
Ringkasan *)
Manusia dan iklim secara bersama-sama dapat menimbulkan erosi. Erosi merupakan fungsi dari curah hujan, distribusi curah hujan, suhu, vegetasi, kelerengan, arah lereng, tanah, dan batuan induk. Contoh: di Amerika Utara > sedimen sungai meningkat 2x lipat bila terjadi 20% hilangnya hutan. Di Inggris > erosi di bareland mencapai 17,7 ton/ha/tahun, grassland 2,4 ton/ha/tahun dan forestland 0 ton/ha/tahun. Di daerah temperate, lahan pertanian menyumbang 100 ton/ha/th, sedangkan alam 1 ton/ha/th. Badai besar juga menyebabkan erosi 2-5x/tahun. Bencana badai besar akan berulang 100-1000 tahun saat terjadi transisi iklim. Di sisi lain formasi tanah yang terbentuk hanya 2,5 cm dalam waktu 300 hingga 1000 tahun.Saat ini faktor yang menyebabkan erosi tinggi adalah perladangan yang luas, kurangnya organic matter, banyaknya pemakaian pupuk kimia daripada pupuk kompos, periode bero yang pendek, miskin fauna tanah dam kurang stabilnya struktur tanah.
Sedimen lembah di Amerika Utara
Sesudah akhir abad ke-18 pengaruh manusia mulai nyata. Bukti awal dari ketidakstabilan iklim ditemukan di Pueblo (ca AD 100). Ketidakstabilan tersebut menyebabkan kekeringan dan banjir. Contoh: di arroyos. Bukti yang dijumpai adalah adanya pertanian di muara arroyo, cekdam, garis kontur yang berteras, saluran irigasi, pertanaman dengan pagar (bordered garden) batu dan mulsa batu (stone mulching). Bukti tersebut juga menunjukkan terjadinya hubungan sosial dan proses berorganisasi. Formasi arroyo berikutnya setelah peternakan lembu dari tahun 1880-an.
Lembah Mediteran
Pengaruh manusia telah menyebabkan hutan sclerophyll yang selalu hijau berubah menjadi semak belukar maquis dengan tumbuhan beraroma. Disamping itu, juga terjadinya alluviation. Namun tanah gersang di Kota Etruscan, Italia terjadi secara alamiah karena miskinnya lapisan tertier.
Benua eropa bagian tengah dan timur
Pengaruh manusia di sini lebih lambat daripada di Mediterania dan Eropa barat.
Kepulauan Inggris
Pertanian telah ada di jaman bronze age atau bahkan neolitik. Dibandingkan dengan pertanian modern, erosi lebih mudah terjadi di lahan autumn-sown. Pada daerah lembah, endapan lapisan aluvial memperlihatkan perubahan menurut sejarah > gravel (the loch Lomond stadial), organic (mid-holocene woodland maximum), minerogenic (neolithic and later), increase alluviation and flooding (late iron age to Romano British), renewed alluviation (medieval expansion of ridge and furrow cultivation).
Endapan aeolian
Di Amerika utara, aeolian begitu terkenal. Pada tahun 1930-an terjadi “dust bowl” yang disebabkan oleh kekeringan, penggembalaan yang berlebihan dan pertanian gandum yang menggunakan mesin. Di eropa, Danish mire memiliki endapan debu/abu di jaman bronze-iron age dan periode viking.
Danau
Danau merupakan tempat yang atraktif bagi manusia purba. Bukti-bukti yang ditemukan meliputi: serbuk sari yang terawetkan, arang, akumulasi sedimen di dasar danau, zat kimia, diatom dan lahan yang menarik.
*) Martin Bell and Michael J.C.Walker. 2005. Late Quaternary Environmental Change, Physical and Human Perspectives. Ed.II. Inggris.
- January 21st
Leave a Reply