Thanks for your visiting. For other languages, please use translate.google and update news by email, please subscribe here. Best regard :) Atus Syahbudin.

HEMAT di Matsuyama

Posted by syahbudin_atus

Ada banyak cara berhemat di negeri Sakura. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang cara berhemat di Kota Matsuyama.

1. Ikan, udang dan cumi-cumi. Bagi yang senang seafood mungkin akan betah tinggal di Matsuyama. Bagaimana tidak? Di sini harga hasil tangkapan laut, seperti ikan, udang dan cumi-cumi tidak begitu mahal. Sebagian bahkan relatif sama dengan harga di Indonesia kita bila di rupiahkan atau lebih murah. Kondisinya masih segar bugar, karena baru saja ditangkap serta aman dari limbah industri. Pantai dan lautnya nampak bersih dari sampah dan limbah lainnya. Kerang pun banyak dijual dengan variasi jenis dan ukuran. Nah, walaupun harga seafood di supermaret relatif murah dibandingkan makanan lainnya, tapi kalau mau yang lebih murah lagi, berkunjunglah ke Pak Tua. Ya , Pak Tua, begitulah kami , para mahasiswa Indonesia memanggilnya. Penjualnya seorang lelaki yang sudah berumur, kira-kira 60 tahun. Mangkal dengan mobil pick up-nya di belakang SD dari jam 10 sampai jam 1 siang. Tidak masalah bila belum lancar berbahasa Jepang. Cukup tunjuk seafood yang diincar sambil berkata: “Ikura desu ka?” (harganya berapa?). Pak tua akan segera berkata dalam bahasa jepang dan itulah harganya <smile>. “hyaku-en, (100 yen, kira-kira setara Rp 10.000), hyaku goju-en (150 yen), nihyaku-en (200 yen), sanhyaku-en (300 yen)  ..,”. Kalau sepakat, pak tua pun segera membungkus dengan koran dan memasukannya ke dalam plastik. Murah, segar dan dapat banyak :)

2. Sayur dan buah. Makan sayur dan buah di Matsuyama tidak sebebas yang diinginkan. Selain harganya di atas rata-rata Indonesia kita, ragamnya juga tidak sebanyak yang pernah dijumpai. Kalau sayur, daunnya kecil-kecil, kurang mantab sebagai hijauan pelengkap makanan. Tapi kita tetap harus makan sayur dan buah, setiap hari, semahal apapun. Nah, yang satu ini sudah sangat terkenal murahnya ya .. di Okumura. Supermarket kecil berukuran sekitar 25 m x 25 m, sekitar 10 menit jalan kaki di belakang Universitas Ehime, kampus Tarumi :)

3. Beras. Di Matsuyama beras menjadi makanan pokok sehari-hari.

Umumnya beras dijual di supermarket dalam kemasan, seperti: 5 kg dan 10 kg. Tidak ada layanan jual beli beras kiloan seperti di Indonesia. Harga per kemasan tergantung berat dan kualitas beras yang ditawarkan. Secara umum harga akan semakin murah per kilonya apabila kita membeli dalam yang jumlah lebih besar. Kemasan 5 kg biasanya dijual dengan bandrol minimal 1650 yen atau 330 yen/kg atau sekitar Rp 33.000/kg. Guna menekan pengeluaran, toko Pak Tani solusinya. Toko ini terletak di sekitar Matsuyama Jo atau 15 menit dari Universitas Ehime kampus Johoku. Harga berasnya cukup miring, 1000 yen per 5 kg atau 200 yen/kg.

4. Bumbu, daging dan pelengkap lainnya. Guna menambah nikmat rasa masakan kita, kurang lengkap kiranya bila belum diberi bumbu dan lauk pauk. Nah, berburu yang satu ini sebaiknya di Gyomu suupaa. Harganya bersaing dengan banyak supermarket lainnya di Matsuyama. Banyak item barang yang dijual dengan harga di bawah rata-rata, seperti: minyak goreng, santan dalam kaleng, mie udon beserta bumbunya, sayur yang diawekan, aneka snak serta jajan, dan lain-lain. Supermarket ini menjual eceran namun dengan harga grosir, entah bagaimana caranya.

5. Pernik-pernik harian.  100 yen shop adalah solusi belanja hemat untuk memenuhi keperluan pernik-pernik harian. Di toko ini semua item barang berharga sama, yakni 100 yen.

Tersedia di sini buku tulis, selotip, lem, stabilo, gantungan baju, sampai perlengkapan dapur seperti piring, sendok, sotil, pisau, gelas dan lain-lain. Bila diperhatikan merknya, nampaknya sebagian besar merupakan buatan China. So, murah meriah, tetapi kita berharap semoga mutunya berkualitas baik :)

6. Barang diskon. Menunggu barang diskon termasuk salah satu jurus berhemat di sini. Mulai 10%, 20%, hingga 50%. Lumayan kan … Hal ini mungkin terjadi, karena masyarakat Jepang begitu menghargai kualitas barang. Harga yang diberikan tentu berbanding lurus dengan kualitas barang yang ditawarkan, mulai dari penampilannya yang sempurna, rasa, kesegaran, dll. Kualitas berubah tentu harga akan berubah juga. Dalam hal ini penjual akan menempelkan  kertas diskon pada barang-barang yang dimaksud. Contoh: barang yang mendekati expired date, kurang 1 bulan akan didiskon 20%, kurang 1 minggu didiskon 50%. Makanan jadi yang dimasak pagi hari akan didiskon 20% pada sore harinya bila belum terjual dan 50% setelah jam 20.00 malam harinya :)

Anda ingin di-email setiap ada yang UPDATE di blog ini ? (Subscribe by Email).

4 Responses to “HEMAT di Matsuyama”

  1. | Quote

    ceritanya kurang panjang…. ^^ lancar barokah ya di sono..

  2. | Quote

    Wah, Mas Atus kalau mau tau jurus2 hemat, tanyanya ke ibu-ibu rumah tangga tuh, hehehe…

  3. | Quote

    hemat apa pelit, hehehehe :lol:

  4. | Quote

    jadi ingat wkt tinggal di matsuyama beberapa th lalu, di Yogonaka-cho, Matsuyama-shi. Wkt itu saya lagi jalan-2 di Gintengai, ketemu dg bapak-2 Jepang tua, lalu ngobrol-2, . Eehh…nyambung banget cerita tentang Indonesia. Ternyata beliau veteran perang yg pernah ikut menjajah di Indonesia dulu. Beliau menangis haru ketemu saya ( mungkin ngerasa salah pernah nampar Simbah saya, kali. sebelum berpisah beliau beliin saya Anggur 2 Kg. He..he….he….kapan ya bisa ketemu beliau lagi…?
    Ojiisan…domo arigato gozaimashita neee…….

Leave a Reply