Maka dengan mana nikmat Tuhan-mu yang kamu dustakan?

Thanks for your visiting. For other languages, please use translate.google and update news by email, please subscribe here. Best regard :) Atus Syahbudin.

お歳暮 “oseibo” dari Keluarga Kuramoto San

Posted by syahbudin_atus

kerang mama eiko

Cerita ini bermula dari coretan Eiko San di wall FB saya. Tahun 2008 lalu, tepatnya di bulan Oktober, saya pernah menginap di rumahnya (homestay) selama 2 malam. Beliau baik hati dan begitu perhatian dengan keluarga kami.

“Hi, Atus. I ordered edible shells to your family. It will arrive there after a few days. It is “oseibo” from my husband. :) I like to send something to my good friends?? hehe… ”

Wah, kami senang sekali membaca berita baik ini. Apalagi ibunya Hikaru dan anak-anak senang sekali dengan kerang serta makanan seafood lainnya. “It is sound good,” katanya menimpalii :) Hanya saja, ada satu kata kunci yang blank di benak saya. Oseibo ? apa gerangan ya ?  Rasa penasaran pun berlanjut dengan googling beberapa hari kemudian. Hasilnya, ternyata oseibo atau yang dalam bahasa Jepang ditulis お歳暮 merupakan salah satu budaya masyarakat Jepang di akhir tahun untuk saling memberi, baik di antara keluarga maupun antar perusahaan. Saya pun beruntung menemukan sebuah website yang menampilkan 10 jenis oseibo yang paling disukai oleh masyarakat Jepang: http://ranking.goo.ne.jp/ranking/028/oseibo_want/. Hm … mirip tradisi lebaran di tanah air saja ya, berkirim parcel dan surat ucapan.

Bagi kami sekeluarga akhir tahun ini benar-benar menjadi bulan berkah. Selain karena kehadiran anggota keluarga baru, hikaru-kun, kami juga mendapatkan kiriman oseibo dari keluarga Kuramoto San berupa “BEAUTIFUL EDIBLE SHELLS“. Namanya hiougi gai, produk asli dari Ainan-cho. Wah luar biasa, saya senang sekali menikmati keindahan warna warni kerang-kerang itu. Sampai-sampai memanfaatkan kembali cangkangnya untuk hiasan rumah dan tempat sambal. Ibunya Hikaru dan anak-anak pun tak kalah heboh. Yummy :) yummy :) Benar-benar menikmati kelezatan kerang-kerang ini. oishikatta !! oishikatta !! oishikatta !!

Pak Kuramoto dan Ibu Eiko, terima kasih banyak untuk kiriman oseibonya. Colourful, cantik dan lezat !  ありがとう ございます.

MUBALIGH, MOTOR, DAN CINTA

Posted by syahbudin_atus

Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang suami ketika melihat istrinya tersenyum :)  Suami yang baik, tentu akan berusaha dengan sekuat tenaga asalkan bisa membuat senang hati istrinya, membuat istrinya tersenyum. Tetapi, bagaimana jika permintaan istri terlampau sulit untuk dipenuhi ? Jawabnya, yang penting mari kita berusaha dahulu. Diawali dengan niat dan pelan-pelan terus berusaha mewujudkan permintaan sang istri.  Begitulah seperti kejadian yang dialami oleh seorang mubaligh yang suatu hari, istrinya meminta begini: “Aku ingin diboncengkan pake motor oleh Bapak”.

Bagi suami yang mahir dan punya kendaraan bermotor sendiri, tentu mewujudkan hal itu mudah saja, tidak jadi soal. Namun bagaimana jika suami tidak punya motor dan belum bisa juga mengendarai sepeda motor. Sungguh, sebuah tantangan yang berat, permintaan itu tak mudah untuk segera terwujudkan. Sang mubaligh sadar betul atas kekurangan dirinya. Dia datang dari pedalaman Sulawesi, melihat kendaraan bermotor pun baru setelah usia belasan tahun. Tentu tidak mudah memenuhi permintaan istri tercintanya dalam waktu dekat. Dalam diam berjuta bahasa, sang mubalighpun bertekad kuat agar bisa memiliki motor dan membocengkan isterinya. Sungguh, sebuah romantika tersendiri ketika impian itu benar-benar terwujudkan. Sebenarnya, permintaan sang isteri tidak langsung diutarakan kepada suaminya. Permintaan itu muncul ketika sang isteri mengikuti acara “Keluarga Bahagia”. Saat itu, sang pembawa acara menyuruh peserta untuk menuliskan impian-impiannya. Banyak di antara ibu-ibu yang ingin punya rumah sendiri yang besar, tidak ngontrak lagi, ada yang ingin suaminya punya penghasilan tetap dan lain-lain. Tapi, isteri sang mubaligh, mintanya hanya itu “dibonceng motor”. Secara kebetulan permintaan itu dibaca oleh sang mubaligh. Agak aneh memang, tapi itulah yang terjadi.

Diam- diam dikumpulkanlah uang. Mulai dari jerih payahnya berjualan majalah, mengajar, sampai membantu pekerjaan kasar dikerjakannya. Yang penting terkumpulah uang demi menyenangkan istri tercinta. Harapannya hanya satu, bisa membeli sebuah motor. Selang beberapa waktu kemudian, ternyata kerja kerasnya tidak sia-sia. Akhirnya sang mubaligh pun bisa membeli sebuah BMW (Bebek Merah Warnanya) tua. :) Motor itu kini menjadi saksi atas ketulusan dan kecintaannya kepada sang istri. Seseorang yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya, mendarah dan mendaging. Hanya saja masalahnya sekarang adalah bagaimana cara mengendarainya .? Wah gawat .., sang mubaligh masih harus berjuang lagi. Memutar otak kembali. Berlatihlah ia mengendarai sepeda motor. Tertatih-tatih pula hari demi hari di sela-sela kesibukannya. Hambatan terbesarnya adalah belum bisa belok kanan. Kalau mau belok kiri, lancar-lancar saja, tetapi saat giliran belok kanan, susahnya minta ampun. Seorang teman pernah bercerita, sang mubaligh bisanya belok kanan karena terpaksa, tidak sengaja karena dikejar anjing yang membuatnya bisa belok kanan. Terang saja, cerita teman itu membuat saya terpingkal-pingkal dan ngakak mendengarnya, juga bercampur keharuan yang dalam. Lambat laun sang mubaligh pun bisa lancar naik motor.

Akhirnya harapan sang isteri untuk bisa diboncengkan motor oleh suaminya kesampaian juga. Sungguh, tak terbayangkan bagaimana kebahagiaan di dalam hati sang mubaligh, karena pada akhirnya bisa memenuhi permintaan isterinya. Jika dulu hanya bisa mengendarai sepeda mini untuk mengantarkan anak-anaknya. Kini, sang mubaligh bisa bermesraan dengan berboncengan bersama isterinya. Romantis sekali yah. … Sebab cintalah, semula yang terasa susah menjadi mudah. Begitulah cinta menemukan bentuknya.

Bagi para suami, sebagai penghormatan kepada isteri, sesekali berikanlah kado cinta untuk sang isteri. Apapun bentuknya, agar bunga-bunga cinta kembali mekar melalui senyum manisnya. Jika belum bisa melakukannya, mari kita berniat dan berusaha. Jika belum juga bisa, sekedar SMS pun sungguh bermakna, ucapkanlah “Aku Cinta Kamu” pada isteri tercinta. Sekilas terlihat gombal rasanya tapi perlu. Jika sudah begitu, serasa dunia milik berdua dan yang lainnya ngontrak, trak, trak, trak … Hmmm Cinta Berjuta rasanya…...  (sumber: Tito Irawan dengan sedikit editing)

NASEHAT bagi jama’ah FACEBOOKiyah

Posted by syahbudin_atus

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata, bahkan jutaan lainnya serta media massa.

Ketika para selebritis dengan bangga menjadikan kehamilan di luar pernikahannya sebagai ajang sensasi, yang ditunggu-tunggu …  “Siapa ya calon bapak si jabang bayi ?  Mirip siapa kah ?”

Wuiih…… mungkin kita bisa berkata: “Wajarlah namanya saja artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi”. Bila perlu, mulai bangun tidur hingga tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik. Dan sekarang ternyata bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar ataukah tidak, ribuan orang saat ini sedang menikmati agar semua aktivitasnya dapat diketahui oleh orang lain, dikomentari, bahkan mohon maaf, juga dilecehkan. Namun herannya, yang bersangkutan malah merasa senang dan puas.

Facebook ! Ya, itulah namanya. Setiap saat para jama’ahnya meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentari. Lupa atau memang disengaja, hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga atau rahasia pribadi menjadi kebanggaan di statusnya. Tengok saja beberapa status facebook dibawah ini:

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya ….. ?” Kemudian puluhan komentar bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan lelaki temannya menuliskan “Mau ditemanin ? Dijamin puas deh…”

Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa …. habis malam jumat ya begini”. Komentar-komentar nakal pun bersautan.

Ada yang menulis “Bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi”. Tak pelak posting bernada pelecehan menyambutnya.

Yang laki-laki juga tidak kalah hebat menulis statusnya “Habis minum jamu nih, ada yang mau menerima tantangan ?” Langsung saja puluhan tanggapan datang.

Ada yang hanya menuliskan, “Lagi bokek, kagak punya duit…”.

“Mau tidur nih, panas banget, bakal tidur pake dalaman lagi nih”. Hhmm .. seperti apa coba komentar yang menyergap status hot seperti ini ?

…. dan ribuan status-status lainnya yang numpang beken dan ingin diberi komentar yang sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh seorang mukmin. Dan itu secara sadar atau tidak telah dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada lagi yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya ditutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja di upload di albumnya. Foto-foto saat SMA dulu ketika selesai berolah raga, berkaos dan bercelana pendek. Padahal sebagian besar fotonya sudah berjilbab.

Ada seorang wanita meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan Islami. Foto saat dulu jahiliyah bersama teman-teman prianya bergandengan dengan ceria.  Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dalam kondisi sangat seronok. Padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah, yaitu Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya, seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah:
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?”. Aisyah pun menjawab “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasululloh dengan tersenyum lalu berkata “Baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”.
Jadi, tidak perlu orang lain tahu bahwa tidak ada makanan di rumah Rasulullah.

Ingatlah ketika Abdurahman bin Auf mengikuti Rasulullah berhijrah dari Mekah ke Madinah, saat saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, “Tunjukan saja saya pasar”. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Malu itu sebagian dari iman”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi tanda besar buat kita, hegemoni ‘kesenangan semu’ yang dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya. Celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga kehormatan diri dan keluarga.

Beberapa orang sering dengan mudahnya meng-up date status mereka dengan kata-kata yang tidak jelas, entah apa tujuannya. Numpang beken ? Cari perhatian ? Pengin banyak komentar dari lainnya”.

> Dingin . . .
> B.E.T.E.  . . .
> Kangen . .
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .   dll ….

Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita:
“Apabila kamu tidak malu, maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (HR. Bukhari).

Mari jagalah kehormatan diri dan saudara-saudara kita. Janganlah tampakkan lagi aib-aib di masa lalu. Simpan rapat keluh kesah ! Simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat kehormatan kita luntur tak berbekas. Semoga Allah menjaga aib-aib kita dan dimudahkan mengamalkannya, amin.

Alhamdulillaahi jazaa kumulloohu khoiroo

(sumber: Chapei Al Aslamy dari laman komunitas facebook dengan sedikit editing)

Idul Fitri 1430 H

Posted by syahbudin_atus

kartu lebaran 1430 atus

Alhamdulillaah, romadhon 1430 akhirnya usai …

Posted by syahbudin_atus

“Lho, kok malah senang romadhon usai ? Kan pahalanya jadi biasa lagi, tidak berlipat-lipat ?”

Wah, kalau yang ini sih memang sudah ada ketentuannya, Mas. Kalau tidak berpuasa 29 hari, ya otomatis 30 hari, tidak bisa maju dan tidak pula mundur. Kalau memang waktunya romadhon selesai, tentu kita menyambutnya dengan senang gembira. Alhamdulillaah …. ternyata berhasil juga ya berpuasa di musim summer. Panas-panas banyak godaan ;)

Eeeiiit, tapi tunggu dulu …. kemarin kira-kira sukses tidak ya nglembur ibadah dalam bulan romadhon ???  Ada puasa 29 hari, membaca Al Qur’an 30 juz sampai khotam, sholat malam/tarowih 29 hari, i’tikaf dalam 9 malam terakhir dan akhirnya ditutup dengan menunaikan zakat fitrah. Bila sudah, kita sukses mengerjakannya, terlebih lagi berkualitas baik, maka tidak perlu bersedih kita meninggalkan romadhon tahun ini. Mari kumandangkan takbir di malam Idul Fitri ini dan saling bersilaturohim di esok hari.

Allooohu akbar, Allooohu akbar, Allooohu akbar. Laaa ilaaha illalloohuwalloohu akbar. Allohu akbar walillaahil hamdu.

P29 AQ 1,13 SM28 IK 0 LQ 9 Z OK.

NB: tidak berbeda dengan di Indonesia, guna penentuan 1 syawal 1430 H alias hari raya Idul Fitri kami pun harus bersabar menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Jepang yang dalam hal ini disampaikan oleh Islamic Center (http://islamcenter.or.jp/).

Summer Romadhon 2009 di Matsuyama

Posted by syahbudin_atus

Berpuasa romadhon di musim panas (summer) bisa jadi menakutkan bagi sebagian orang. Bukan hanya panasnya yang sangat menyengat, namun juga karena panjangnya hari, mulai fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Di awal puasa, 22 Agustus lalu kami mengakhiri sahur pada pukul 04.06 dan berbuka kira-kira 15 jam kemudian (18.48). Suhu kala itu di siang hari mencapai 36C. Sebenarnya kondisi ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan puncaknya musim panas, yakni di akhir bulan Juli atau awal Agustus. Kabarnya suhu udara dapat mencapai 37-39C.

Namun demikian, saya pribadi sangat bersyukur dapat menjumpai bulan penuh barokah ini bertepatan dengan summer vacation. Saat dimana ada liburan panjang selama bulan Agustus dan September. Dengan demikian, tidak ada kuliah reguler di kampus maupun kegiatan praktek lainnya di lapangan. Sesekali saja saya menengok kampus bila diperlukan dan selebihnya bisa saya nikmati di apartemen untuk beribadah atau kegiatan barokah lainnya. Tentu kita semua setuju kan … meminimalkan keluar rumah merupakan salah satu strategi menghindari tempaan sinar matahari musim panas yang sangat tidak bersahabat. Badan kita tidak akan cepat lemas karena dehidrasi :)

Tapi tahukah juga Anda bahwa musim panas menyebabkan para gadis remaja dan dewasa di sini berpakaian seakan kekurangan kain ? O-o-o .. ya begitulah umumnya orang di sini. Tidak perlu kita mencari-cari, tengok sana, tengok sini. Gadis-gadis seksi ini bertebaran di sana-sini. Tiba-tiba saja muncul di perempatan lampu merah dari arah yang berlainan atau berhamburan keluar dari tempat kerja, supermarket dan toko-toko kecil. Kebanyakan mereka pun bersepeda sehingga mudah berpapasan atau mengekor di belakangnya. Hhmm … bukannya nambah pahala berlipat-lipat, salah-salah di bulan Romadhon malah panen dosa terus memandang yang bukan hak miliknya.

Adapun di sore harinya, kala maghrib menjelang, kami pun para mahasiswa muslim berkumpul di MICC guna menunaikan buka bersama (ifthor). Sebagian besar kami adalah dari Indonesia, lalu Malaysia di nomor dua, dan lainnya dair Mesir, Bangladesh, dll. Pengunduh ifthor di sini menggunakan jadual bergilir. Satu-dua orang pengunduh tiap harinya. Selain bershodaqoh minum dan snak yang akan disantap saat berbuka sebelum sholat maghrib, mereka pun diminta dengan ikhlas juga menyiapkan “makanan berat” setelah sholat maghrib. Wow .. kira-kira berjumlah 30 porsi setiap harinya. Macam menunya bebas yang penting halal, tidak mengandung babi dan turunannya serta sake dan turunannya yang banyak beredar di Jepang.

Tahukah Anda juga bahwa ternyata jadual berbuka tersebut menghebohkan para ibu-ibu ?  Hhmm .. barangkali mudah ditebak. Selain porsinya yang besar, diluar kebiasaan memasak porsi kelurga kecil, kami pun berasal dari berbagai belahan buminya Alloh dengan membawa lidah asli masakan kita masing-masing.

“Masak menu apa ya besok,” guman seorang Ibu sambil mencoret-coret selembar kertas lengkap dengan harganya. “Makanya Mas, saya tidak mendaftar jadi pemberi buka, karena Ibu-Ibu itu masakannya enak-enak. Kalau saya ?”. Pasti semua akan sepakat, sebenarnya berbuka bersama bukanlah lomba memasak antar ibu-ibu, baik antar negara maupun antar provinsi di Indonesia. Namun kadangkala penilaian orang membuat hati jadi berpikir ulang. Ada sedikit celah di hati yang perlu dibenahi secara berjama’ah.

“Enak ya jeng tadi masakan opornya”; “spicy” komentar yang paling sering saya dengar tentang masakan Indonesia; “bumbunya menyengat” celetuk seorang ibu terhadap masakan padang pasir dari Mesir. “kok pahit minumnya” kata seorang anak sambil meletakkan secangkir teh Jepang.

Akhirnya niat karena Alloh harus kembali diluruskan guna menggapai ampunan dan pahala sebanyak-banyaknya di bulan Romadhon ini :)

Lailatul Qodr on line

Posted by syahbudin_atus

I’tikaf dimana Pak ?“, muncul tiba-tiba di YM saya malam ke-22 Romadhon ini. “Mas, di Jepang i’tikafnya bagaimana ?“, pertanyaan serupa di malam ke-21 kemarin.

I’tikaf atau berdiam diri di masjid selama 10 malam terakhir di bulan Romadhon adalah dambaan setiap muslim dan seharusnya menjadi menu wajib yang menghiasi detik-detik menyongsong berakhirnya bulan yang penuh barokah ini. Bagaimana tidak ? Akan luar biasa hasil yang didapat bila kita sukses menjalani. Cukup dengan berdiam diri saja, pahala pun mengalir deras, membandingi semua ibadah apapun yang dilakukan oleh kaum muslimin yang berada di luar masjid. Duduk dalam rangka i’tikaf ini setara dengan orang membaca Al Qur’an di malam itu, sholat terawih berkali-kali rokaat, dzikir dan do’a yang tak karuan panjangnya, dll, dengan catatan semuanya dikerjakan di luar masjid. Belum lagi janji Alloh berupa datangnya malam 1000 bulan.

masya-Alloh, segala puji bagi Alloh yang memudahkan hamba-Nya dalam beribadah. Enak banget yo, ming lungguh, entuk pahala uakeh banget’”

Di sini, di Pulau Shikoku ini, bukannya kami tidak mau i’tikaf atau tidak ambil perduli dengannya dengan mendengkur semalaman. Keadaanlah yang memaksa kami begini. Kami hanya memiliki 1 masjid di pulau terbesar ke-4 se-Jepang ini. Itu pun kira-kira 1,5 jam dijangkau dengan naik kendaraan, numpang mobil teman PPI. Tentu sulit mencapainya di tengah malam bila harus menyusahkan orang lain yang tidak sepaham. Musholla MICC atau aula kampus tempat kami biasa melaksanakan sholat Jum’at juga tidak bisa diharapkan. Statusnya bukanlah masjid. Praktis malam-malam romadhon tahun ini saya lalui dengan suasana berbeda. Tidak ada i’tikaf dan tidak ada pula pengajian semalam suntuk yang diacarakan di masjid untuk menggapai lailatul qodr.

Namun “Tidak ada rotan, akar pun jadi”. Kalaupun tidak bisa i’tikaf, lailatul qodr harus didapat.

Acara pun mulai digelar. Ada pengajian on line asrama makna Al Qur’an setiap malam, penyampaian hadits dan nasehat. Semangat rasanya, tetap bisa ibadah walaupun saling berjauhan. Teman di seberang sana berasal dari Fukuoka, Tokyo, Osaka, Hiroshima, Hongkong, dll. Nylonong 1, 2, 3 orang dari Indonesia. Hampir semuanya senasib sepenanggungan. Bila acara selesai, kami pun melanjutkan ibadah sendiri-sendiri di apartemen hingga subuh tiba. Tapi ya … kalau ngantuk, tidak ada yang ngoprak-ngoprak supaya bangun. Tidak ada ongkek-ongkek, pijet-pijetan, dandangan yang merdu menggugah hati. Apalagi jaburan yang dibagikan di sela-sela pengajian. Hhmm … semuanya serba mandiri, dan  kembali pada seberapa kuat keinginan kita menggapai malam 1000 bulan ini. Seberapa banyak persiapan yang telah kita lakukan sebelumnya.

Allohumma innaka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu anniiin

Allohumma innaka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu anniiin ……

Alloh masih mencintai

Posted by syahbudin_atus

Saatnya untuk menerima, apapun hasilnya ….

usaha, doa, pasrah, husnudzon, tawakal,

jauh, sepi, sedih, teraniaya, tenang,

air mata pun mengiringi duka siang ini :(

dan Alloh jualah yang Maha Mengetahui semua rahasia di balik goresan takdir ilahi,

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.

Alloohummahjurni fii mushiibati wa akhlifni khoiroo minha,

penuh harap akan pahala serta ganti yang lebih baik dan barokah, amin :)

–anjungan lantai 6, di akhir bulan ke-4–

HEMAT di Matsuyama

Posted by syahbudin_atus

Ada banyak cara berhemat di negeri Sakura. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang cara berhemat di Kota Matsuyama.

1. Ikan, udang dan cumi-cumi. Bagi yang senang seafood mungkin akan betah tinggal di Matsuyama. Bagaimana tidak? Di sini harga hasil tangkapan laut, seperti ikan, udang dan cumi-cumi tidak begitu mahal. Sebagian bahkan relatif sama dengan harga di Indonesia kita bila di rupiahkan atau lebih murah. Kondisinya masih segar bugar, karena baru saja ditangkap serta aman dari limbah industri. Pantai dan lautnya nampak bersih dari sampah dan limbah lainnya. Kerang pun banyak dijual dengan variasi jenis dan ukuran. Nah, walaupun harga seafood di supermaret relatif murah dibandingkan makanan lainnya, tapi kalau mau yang lebih murah lagi, berkunjunglah ke Pak Tua. Ya , Pak Tua, begitulah kami , para mahasiswa Indonesia memanggilnya. Penjualnya seorang lelaki yang sudah berumur, kira-kira 60 tahun. Mangkal dengan mobil pick up-nya di belakang SD dari jam 10 sampai jam 1 siang. Tidak masalah bila belum lancar berbahasa Jepang. Cukup tunjuk seafood yang diincar sambil berkata: “Ikura desu ka?” (harganya berapa?). Pak tua akan segera berkata dalam bahasa jepang dan itulah harganya <smile>. “hyaku-en, (100 yen, kira-kira setara Rp 10.000), hyaku goju-en (150 yen), nihyaku-en (200 yen), sanhyaku-en (300 yen)  ..,”. Kalau sepakat, pak tua pun segera membungkus dengan koran dan memasukannya ke dalam plastik. Murah, segar dan dapat banyak :)

2. Sayur dan buah. Makan sayur dan buah di Matsuyama tidak sebebas yang diinginkan. Selain harganya di atas rata-rata Indonesia kita, ragamnya juga tidak sebanyak yang pernah dijumpai. Kalau sayur, daunnya kecil-kecil, kurang mantab sebagai hijauan pelengkap makanan. Tapi kita tetap harus makan sayur dan buah, setiap hari, semahal apapun. Nah, yang satu ini sudah sangat terkenal murahnya ya .. di Okumura. Supermarket kecil berukuran sekitar 25 m x 25 m, sekitar 10 menit jalan kaki di belakang Universitas Ehime, kampus Tarumi :)

3. Beras. Di Matsuyama beras menjadi makanan pokok sehari-hari.

Umumnya beras dijual di supermarket dalam kemasan, seperti: 5 kg dan 10 kg. Tidak ada layanan jual beli beras kiloan seperti di Indonesia. Harga per kemasan tergantung berat dan kualitas beras yang ditawarkan. Secara umum harga akan semakin murah per kilonya apabila kita membeli dalam yang jumlah lebih besar. Kemasan 5 kg biasanya dijual dengan bandrol minimal 1650 yen atau 330 yen/kg atau sekitar Rp 33.000/kg. Guna menekan pengeluaran, toko Pak Tani solusinya. Toko ini terletak di sekitar Matsuyama Jo atau 15 menit dari Universitas Ehime kampus Johoku. Harga berasnya cukup miring, 1000 yen per 5 kg atau 200 yen/kg.

4. Bumbu, daging dan pelengkap lainnya. Guna menambah nikmat rasa masakan kita, kurang lengkap kiranya bila belum diberi bumbu dan lauk pauk. Nah, berburu yang satu ini sebaiknya di Gyomu suupaa. Harganya bersaing dengan banyak supermarket lainnya di Matsuyama. Banyak item barang yang dijual dengan harga di bawah rata-rata, seperti: minyak goreng, santan dalam kaleng, mie udon beserta bumbunya, sayur yang diawekan, aneka snak serta jajan, dan lain-lain. Supermarket ini menjual eceran namun dengan harga grosir, entah bagaimana caranya.

5. Pernik-pernik harian.  100 yen shop adalah solusi belanja hemat untuk memenuhi keperluan pernik-pernik harian. Di toko ini semua item barang berharga sama, yakni 100 yen.

Tersedia di sini buku tulis, selotip, lem, stabilo, gantungan baju, sampai perlengkapan dapur seperti piring, sendok, sotil, pisau, gelas dan lain-lain. Bila diperhatikan merknya, nampaknya sebagian besar merupakan buatan China. So, murah meriah, tetapi kita berharap semoga mutunya berkualitas baik :)

6. Barang diskon. Menunggu barang diskon termasuk salah satu jurus berhemat di sini. Mulai 10%, 20%, hingga 50%. Lumayan kan … Hal ini mungkin terjadi, karena masyarakat Jepang begitu menghargai kualitas barang. Harga yang diberikan tentu berbanding lurus dengan kualitas barang yang ditawarkan, mulai dari penampilannya yang sempurna, rasa, kesegaran, dll. Kualitas berubah tentu harga akan berubah juga. Dalam hal ini penjual akan menempelkan  kertas diskon pada barang-barang yang dimaksud. Contoh: barang yang mendekati expired date, kurang 1 bulan akan didiskon 20%, kurang 1 minggu didiskon 50%. Makanan jadi yang dimasak pagi hari akan didiskon 20% pada sore harinya bila belum terjual dan 50% setelah jam 20.00 malam harinya :)

Mendefinisikan Masalah Penelitian

Posted by syahbudin_atus

Bab 3. Konsep dan Analisis untuk Mendefinisikan Masalah Penelitian

Ringkasan *)

Penelitian ilmiah mensyaratkan bahwa kita menempatkan proses pengembangan ide baru yang subyektif menuju cara kerja yang logis terhadap tantangan dan pertanyaan melalui debat dan pengumpulan data baru. Ini merupakan proses yang berkelanjutan dan pengulangan antara beberapa axiom dan data yang digerakkan ke depan melalui 4 proses, yakni: imagination, investigation, comparison, dan deduction. Pengembangan pengetahuan tersebut melalui 3 pernyataan: (1) axioms, sebagai suatu pengetahuan yang telah diteliti dan terdefinisikan. (2) postulates, sesuatu yang kita inginkan untuk diteliti, (3) data statements, berupa suatu penjelasan mengenai bagaimana data akan dikoleksi dan digunakan untuk menilai sebuah postulate.

Untuk memulai suatu penelitian kita harus membuat sebuah konsep dan analisa. Axioms dan postulates harus didifinisikan dan sebuah diskripsi yang diberikan dari data statement disyaratkan dapat untuk menguji postulates. Kunci dari difinisi ini adalah sebuah analisa kritis dari konsep yang digunakan. Komponen dari konsep memberikan jaringan koneksi diantara beberapa axiom serta antara axioms dan postulates. Konsep dapat diklasifikasikan menurut status dari fungsinya dalam penelitian. Seperti: apakah telah diteliti dengan baik (konsep dari hasil penelitian), baru saja dikonstruksi dari imaginasi (konsep dari hasil imajinasi) ataukah hasil pengukuran. Klasifikasi konsep memungkinkan kita untuk memberikan dan mendiskripsikan pengetahuan tentang subyek yang akan kita teliti dan apa saja yang akan diukur. Cara untuk melogikakan dan menganalisanya secara statistik kemudian terbuka.

*) diterjemahkan dari Scientific Method for Ecological Research. E. David Ford. 2000.